Selasa, 18 September 2018

BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

       Hai Generasi Penerus Bangsa...
     
    Potensi perikanan di Indonesia sangat luas karna mempunyai wilayah perairan sekitar 64,97% dari total wilayah Indonesia. 
    Budi Daya ikan konsumsi merupakan salah satu bentu budi daya perairan yang khusus membudidayakan atau memperbanyak ikan, baik itu di kolam atau tempat lainnya.

MACAM MACAM IKAN KONSUMSI.

     a. Ikan lele

     Ikan lele merupakan ikan air tawar yang dibudidayakan oleh petani. Ikan lele mudah dikenali karna tubuhnya agak licin, agak pipih memanjang, serta memiliki kumis panjang. Budi daya ikan lele tidak perlu membutuhkan kolam yang luas, cukup dengan menggunakan terpal saja sudah bisa, ikan lele siap dipanen bisa sesuai ukuran 1-4 bulan.

b. Ikan Patin
        Ikan patin termasuk salah satu ikan favorit untuk dibudidayakan, karna ikan ini dikenal dengan ukuran tubuhnya yang cukup besar dan daging yang lembut. Budi daya ikan patin sudah dapat dipanen berumur 4-6 bulan. Patin sangat responsif terhadap pakan buatan serta memiliki pertumbuhan yang cepat, sehingga termasuk ikan yang berukuran besar.

c. Ikan Mas


      Ikan mas sering kita temui untuk dibudidayakan, alasan ikan ini dijadikan sebagai ikan budi daya karna kebutuhan masyarakat akan ikan ini cukup tinggi. Ikan mas cocok dikembangkan di lingkungan tropis seperti Indonesia. Suhu ideal pembudidayaannya antara 23-30° C. Ikan ini bisa dibudidayakan dalam kolam tanah, kolam air deras, dan jaring terapung Pembesaran ikan ini dilakukan saat   benih sudah berukuran 5-8 cm yang berasal dari hasil pendederan. Pembesaran ikan mas dilakukan 3-4   bulan, sesuai ukuran ikan yang menjadi tujuan panen, ikan mas diberi pakan tambahan berupa pellet.

SARANA DAN PRASARANA IKAN KONSUMSI

 a. Kolam


       Kolam merupakan tempat atau wadah yang digunakan untuk memelihara ikan dari proses pemijahan sampai pembesaran.

 b. Peralatan
       Peralatan yang biasa digunakan untuk budi daya ikan adalah jala, waring (anco), hapa  (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan mesin pakan alternatif berkapasitas 30 kg/jam, kendaraan roda tiga untuk transportasi pemasaran ikan.

 c. Sistem pengairan
    Air merupakan sarana utama dalam budi daya ikan konsumsi, karna sebagai tempat hidup ikan.  Sistem pengairan yang digunakan berasal dari sumber air sungai melalui saluran air semi teknis.

 d. Kantor seketariat
     Berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul, rapat, kunjungan tamu dan keperluan lain menggunakan rumah anggota kelompok guna membahas tentang   budi daya ikan konsumsi.

 e. Listrik
        Listrik yang digunakan hanya sebatas untuk penerangan kantor, sedangkan penerangan kolam tidak diperlukan kecuali untuk panen malam dan pengepakan pada malam hari.

 f. Pakan
      Bahan yang biasa digunakan sebagai pakan ikan yaitu cacing tanah, larva, kangkung, daun alas, pellet, dan lain sebagainya.

 g. Obat-obatan
       Berfungsi mencegah dan menanggulangi penyakit yang biasa menyerang ikan.

PROSES TAHAPAN BUDI DAYA IKAN KONSUMSI

a. Perencanaan

  • Menentukan jenis ikan konsumsi yang akan dibudidayakan.
  • Menentukan dan mempersiapkan wadah yang akan digunakan untuk budi daya ikan konsumsi.   
  • Menentukan jadwal kegiatan budi daya.
  • Menyiapkan kebutuhan sarana alat dan bahan.
  • Menentukan tugas individu.  

 b. Menyiapkan Sarana Produksi Budi      Daya Ikan Konsumsi
     Alat : ~Penggaris
               ~Serok jaring
               ~Bak sortir
               ~Kolam
               ~Ember
               ~Pipa/ saluran air
    Bahan: ~Benih
                  ~Pakan
                  ~Air
                  ~Pupuk
                  ~Obat obatan
 c. Pelaksanaan Budi Daya Ikan Konsumsi

PENYIAPAN KOLAM BUDI DAYA IKAN LELE
  • Pertama, kalian harus menyiapkan terpal khusus untuk budi daya lele.
  •   Langkah kedua, dasar kolam sesuai ukuran kolam yang diinginkan.
  • Ada dua jenis dasar kolam yang bisa dipilih, yaitu dasar kolam dengan menggali tanah dan di permukaan tanah. Sebaiknya, memakai dasar kolam dengan menggali tanah agar tidak mengalami kesulitan ketika pemberian pakan.
  • Galilah tanah sedalam 70 cm- 1 meter. Lalu, letakkan tanah hasil galian di bibir kolam sebagai tanggul setinggi 30-50 cm agar kolam tidak mudah jebol.
  • Selanjutnya, buatlah beberapa reng dari bambu (seperti pagar) yang disusun di atas tanggul kolam setinggi kurang lebih 35 cm.
  • Pada bagian sudut kolam, gunakan potongan bambu utuh (jangan dibelah). Jadi, tinggi kolam nantinya sekitar 125-130 cm.

MENENTUKAN BENIH IKAN LELE

Benih ikan lele untuk pembesaran berbeda dengan pembenihan. Benih ikan lele untuk pembesaran ukurannya 5-7 cm. Pemilihan benih ikan lele diupayakan untuk memilih ukuran yang seragam. Ikan lele yang berkualitas baik memiliki ciri ciri sebagai berikut:
  • Ikan lele berkualitas mempunyai tubuh yang seimbang, antara kepala dan badannya.
  • Benih ikan lele harus bebas dari cacat, tubuh mengilap, gerakannya lincah, dan sungut berseri (tidak pucat).
Ikan lele berkualitas tidak akan menggantung atau berdiri ketika di dalam air.

PENEBARAN BENIH IKAN

Penebaran benih dengan cara memiringkan wadah agar benih dapat keluar dengan sendirinya.
Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Banyaknya benih ikan lele yang dimasukkan ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor/m². Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.

PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan lele, biasanya dapat dilakukan 3 × sehari atau 2 × sehari. Namun porsinya sama saja, jangan dikurang atau ditambah. Satu ekor ikan lele dewasa membutuhkan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Waktu yang tepat saat pemberian pakan adalah pagi hari dan sore menjelang malam hari. Pemberian vitamin juga harus dilakukan, fungsinya agar lele selalu sehat dan tidak mudah stres. Pakan ikan lele berupa pellet dan pakan tambahan berupa keong dan bekicot.

PEMANENAN IKAN
Cara panen prinsip semua ikan hampir sama yakni dengan mengeluarkan air dari kolam ikan dam setelah air berkurang, ikan baru ditangkap. Pemanenan dapat dilakukan sebagian atau semuanya. Panen sebagian yaitu cara mengurangi air kolam kemudian ikan yang diinginkan baik jenis dan ukuran dipanen, Sementara panen keseluruhan / semuanya yaitu setelah air dikeluarkan dari kolam, semua ikan ditangkap atau dipanen. Waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan biasanya pada pagi hari dan sore hari. Umur ikan pada waktu dipanen tergantung keinginan yang membudidayakannya.